Selasa, 23 Mei 2017

Kisah #16 Menyenangkan semua orang

Nasruddin Khodja yang sudah tua hendak pulang ke desa dengan anaknya. Anaknya menaiki keledai. Mereka bertemu dua wanita di tengah jalan yang menyindir

"Oh, malangnya! Anak itu menunggang dengan tenang padahal ayahnya yang lansia berjalan. Luar biasa!"

"Ayah," si anak bertanya, "bukankah panjenengan yang meminta saya menungganginya? Ayolah ayah, jangan keras kepala. Panjenengan saja yang menunggang keledai!"


Mereka meneruskan perjalanan, Nasruddin menunggang keledai dan anaknya berjalan hingga bertemu dua lelaki tua yang menyapa.

"Hai orang tua! Tulang2mu sudah tua dan rapuh. Kau telah menginjakkan satu kakimu di kuburan. Tapi si anak ini, apakah dia layak menjadi rapuh sepertimu? Biarkan ia yang menunggangi keledai itu!"

Setelah melalui mereka, Nasruddin mengangkat anaknya naik keledai bersamanya. Mereka berjalan dalam terik matahari dan menuju kerumunan orang.

"Oh, kejamnya! Kasihan keledai itu. Terlalu berat, dua orang di atasnya. Seakan dia mau mati. Lihat, padahal dia seorang Ulama!"

"Oh, Tuhan," Nasruddin berkata. Mereka turun dari keledai dan berjalan bersama menuntun keledai didepannya. Selanjutnya mereka bertemu dua lelaki di tepi jalanan.

"Allah Allah, lihatlah orang2 ini! Keledai itu bebas kemana2 tanpa beban, dan mereka berjalan di belakangnya berkeringat dan tertutup debu. Betapa dungu mereka!"

Akhirnya Nasruddin berkata pada anaknya,

"Lihatlah itu! Betapa bahagianya orang yang bisa terbebas dari lisan2 manusia! Selalu ada seseorang yang tidak senang dengan yang kau lakukan. Jadi, berbuatlah untuk menyenangkan Allah saja."

http://www.muslimheritage.com/article/mulla-nasruddin-khodja-major-character-muslim-satiric-literature

Tidak ada komentar:

Posting Komentar